Untuk Lelaki yang Aku Temani Saat Masih Nol dan Meninggalkanku Saat Sudah di Puncak

Kamis, 27 Desember 2018

Dulu, ada seorang lelaki yang telah berulang kali melakukan kesalahannya padaku, Dia memintaku untuk sekali lagi memaafkannya. Pada saat itu aku hanya sangat membencinya, tapi aku tidak mau amarahku bertumpuk di hati dan menjadikan kerasnya egoku ini sebagai alasan untuk tidak memaafkannya. Tuhan saja Maha Pemaaf, kenapa aku harus sombong menjadi orang yang tidak pemaaf?
Babak baru pun dimulai ketika dia dengan yakin memintaku untuk menjadikanku sebagai wanitanya. Wanitanya yang diyakini bahwa aku tidak akan pernah mengecewakannya, aku menerimanya dengan segala kekurangannya, aku yang akan selalu setia tetap bersamanya apapun yang terjadi, dan aku yang disebut sebagai calon istri yang diam-diam dia idamkan.
Tahu apa yang ada di pikiranku saat itu? Aku pun tidak tahu pasti, karena traumaku akan perbuatannya masih kuingat jelas. Tapi lagi-lagi aku tidak mau menolak takdir Tuhan. Aku coba menjalaninya tanpa ada rasa khawatir karena aku hanya melihatnya yang waktu itu ingin berubah menjadi lebih baik.

***


Hari demi hari yang aku jalani bersamamu penuh dengan kesederhanaan. Kesederhanaan yang bisa membuatku bahagia tanpa aku harus menjadi orang lain. Kamu pada akhirnya bisa membuatku jatuh cinta berkali-kali. Aku suka kamu yang bisa mengimbangi semua candaanku, aku suka caramu menyayangiku pada saat itu, kamu benar-benar membuatku menjadi wanita yang tidak pernah kekurangan perhatian sedikitpun.
Banyak hal yang ternyata kukagumi dari sosokmu yang baru ini. Kamu selalu berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik, entah itu dalam urusan pribadi ataupun karier. Kamu sudah berubah. Semesta seakan mendukung kita untuk merayakan semua kebahagiaan sederhana yang diciptakan ini. Bukan hanya itu, restu yang didapat dari keluarga kita menambah keyakinanku bahwa kita pasti bisa melangkah bersama di masa depan. Dan sejak hari itu aku memutuskan untuk menjadikanmu yang terakhir di hidupku.
Kamu tahu kan, bahwa di dunia ini tidak ada yang serta merta berjalan mulus. Semua ada rintangannya. Seperti ada kalanya kamu seringkali mengeluh padaku untuk bisa mendapatkan karier yang lebih dari saat itu, yang kamu bilang sama hebatnya seperti teman-temanmu, yang akan membuatmu, aku, dan keluargamu bangga. Yang bisa kulakukan hanyalah mendoakanmu, karena aku tahu kamu pasti bisa menjadi seperti mereka.
Sampai akhirnya semua doa-doa menggema di langit. Atas izin Tuhan, kamu melesat bagai anak panah yang menggebu mencapai impianmu saat itu. Dan aku adalah orang pertama selain ibumu, yang dengan bangga menyambutmu, lelakiku yang hebat ini. Walau aku tahu ini adalah hasil kerja kerasmu, tapi aku bahagia bisa mendampingimu dari kamu yang belum menjadi apa-apa sampai saat kamu sekarang mendaki puncak. Dan aku berharap selamanya akan tetap begitu.

***

Seiring waktu berlalu. Suatu hari, aku mendapati kamu yang begitu terlena akan nikmat dunia. Tiba-tiba saja kamu menjadi asing, tak jarang aku beradu pendapat denganmu, kamu menjadi tidak tenang ketika aku sedikit saja mengingatkanmu, dan yang paling menyedihkan adalah ketika waktu itu kamu pernah membiarkanku menangis tanpa kamu berlari mengejarku.
Padahal ini baru sebentar, tapi kamu sudah berubah, Sayang?
Dan tibalah hari paling buruk itu. Hari di mana kamu bilang kalau kamu sudah tidak lagi menyayangiku. Hari di mana kamu bilang kalau kebahagiaan kita sudah lewat. Kamu menyalahkan semuanya kepadaku yang aku sendiripun tidak tahu apa sebenarnya salahku. Dalam waktu semalam hidupku berubah. Lagi, aku dihancurkan seketika oleh laki-laki yang aku sayangi. Kamu meninggalkanku tanpa mengingat perjuangan kita saat memulainya..
Lihat apa yang kamu lakukan? Kamu melakukannya lagi padaku. Kenapa harus aku? Kenapa tidak orang lain saja?

***

Rupanya.. Kamu ingin bebas melakukan apa saja dengan sekarang yang sudah kamu miliki ya, termasuk mendapatkan hati wanita?
*sigh
Ingatkah kamu pernah mengatakan bahwa aku adalah wanitamu yang paling baik, paling setia, paling cantik, dan paling terbaik di antara siapapun yang pernah masuk di kehidupanmu? Semoga kamu ingat bahwa ucapan itu tidak dapat ditarik kembali sampai kapanpun.
Jika kamu membaca ini, aku hanya ingin bilang, "aku sekarang sudah jauh lebih baik-baik saja, buktinya aku sudah sanggup menulis ini, kan? Aku malah khawatir kamu yang tidak akan baik-baik saja. Karena aku hanya ada satu di dunia ini. Dan kamu tidak akan pernah menemukannya lagi.. "
Bagaimana pun aku tidak pernah menyesali ini. Ini sudah menjadi jalan hidup yang memang seharusnya aku lewatkan bersamamu, walau sebentar. Doakan saja aku bahagia dengan laki-laki yang baik, yang tidak akan pernah meninggalkanku karena dia mencintaiku dengan tulus, yang tidak sepertimu.

"Jangan sampai hari yang kamu yakini buruk pada saat itu akan membuatmu menyesalinya seumur hidup karena telah menganggapnya buruk"
Tertanda,
Aku yang kamu tinggalkan.

Kalau Bukan Jodoh, Cukup Senyumin Aja. Filosofi Sederhana Tentang Rumitnya Kehidupan Cinta

Rabu, 12 April 2017

Berbicara soal jodoh, apa yang ada di pikiranmu?
Kamu mungkin pernah mengalami perasaan baik di tinggalkan maupun meninggalkan pasangan kamu, keduanya sama-sama menyakitkan. Mungkin banyak orang berfikir, perasaan ditinggalkan lebih sakit dibandingkan jika kamu yang meninggalkan. Well, kalian salah besar. Begini contohnya nih, jika kamu saat ini memiliki pasangan yang berbeda suku ataupun agama (karena kedua hal ini yang selalu bermasalah).
Lalu kamu "dipaksa" untuk berpisah oleh keluarga kamu. Pasti disitu ada dua peran, bukan? Yang satu harus berperan menjadi yang meninggalkan, sedangkan yang satunya lagi berperan menjadi yang ditinggalkan. Dan kondisinya saat itu kamu dan dia masih memiliki perasaan sayang ataupun cinta terhadap satu sama lain. Coba kamu telaah dengan baik, apakah perasaan tersakiti tidak ada di keduanya? atau hanya salah satu saja yang merasa tersakiti? That's the point!
Kamu tidak bisa mengklaim bahwa kamu sebagai pihak yang ditinggalkan merasakan sakit yang teramat dalam dibandingkan dengan dia yang meninggalkan kamu.
Apakah kamu lupa, selama kalian bersama banyak kegiatan yang dilakukan berdua. Bahkan mungkin kalian sudah memiliki pandangan ke depan tentang hubungan kalian nantinya. Kamu tidak bisa mengesampingkan mimpi yang pernah kalian rencanakan dulu. Dan dia yang meninggalkan juga tidak mungkin melupakan seluruh waktu yang pernah dia berikan untuk kamu. Apalagi mimpi yang pernah di rangkai berdua dengan kamu.

Namun, mungkin Tuhan memiliki rencana yang lain. Rencana yang hanya bisa berjalan jika kalian berdua berpisah. Dan jika kalian berdua dipaksakan bersatu, maka hasilnya tidak akan baik. Percayalah, itu artinya Tuhan telah memberikan kalian kesempatan untuk menemukan yang lebih baik untuk kebahagiaan kalian masing-masing.
Berjalan menjauh sebelum terlambat tidak ada salahnya, jika memang untuk kebaikan keduanya. 
Setiap pasangan pasti memiliki tujuan yang sama, yaitu sebuah pernikahan. Pernikahan itu suci. Akan lebih baik jika kamu mengalaminya sekali seumur hidup. Kamu tidak mau kan, jika nantinya kalian bersatu dalam sebuah ikatan dengan Tuhan sebagai saksinya harus kandas di tengah jalan? Karna itu artinya, kamu harus siap menanggung dosa dan malu yang teramat sangat.
Putus dari pasangan yang belum menjadi suami/istri sah kamu saja sudah pasti malu dengan seluruh keluarga dan teman-teman kamu. Apalagi pisah dengan pasangan sah kamu? "Nggak kebayang deh!" Maka dari itu, berjalan menjauh ketika merasakan bahwa semuanya tidak sama lagi, tidak membuat kamu menjadi orang jahat. Kamu justru menjadi orang jahat kalau kamu memaksakan sebuah hubungan yang tidak sehat, yang justrunya nanti malah membuat kamu atau pasangan kamu melakukan sesuatu yang menyakitkan.
Seperti kata para tetua "Jodoh nggak akan lari kemana." Kalau memang dia bukan jodoh yang selama ini kamu nantikan, mungkin Tuhan sudah menyiapkan orang lain yang akan menjadi jodohmu kelak. Dan biarkan orang lain mau berkata apa tentang kamu, toh yang menjalaninya kamu bukan mereka. Jika mereka bertanya kenapa kalian putus, cukup katakan,

"Mungkin dia bukan jodohku."
lalu berikan senyuman terbaik kamu .

Janganlah Terlalu Lama Buat Aku Menunggu, Hatiku Ini Bukan Pohon yang Tak Bisa Berpindah!

Selasa, 11 April 2017






"Jika dia membuat seorang wanita menua dalam penantian yang panjang dan tidak pasti, apakah itu bentuk cinta? Jangan menunggu laki-laki yang tidak menghormati umur wanita, yang membiarkannya menua tanpa kejelasan."
— Mario Teguh
Kalimat Om Mario membantuku tersadar dari penantian panjang yang tak berbuah. Telah aku ikhlaskan hatiku untuk kau miliki. Mempercayaimu atas dasar cinta. Menghabiskan waktu untuk tertawa dan mengukir cerita. Namun kini aku mengerti itu semua tidak cukup syarat untuk memperoleh level hubungan yang sakinah mawaddah wa rahmah.
Waktu demi waktu terus pergi, bulan demi bulan silih berganti. Setelah ku hitung, sudah sebanyak 3 kali aku telah mengganti kalender yang mungkin bisa menjadi saksi. 3 kalender berisi 1095 hari telah aku lewati untuk menanti hal yang tak kunjung pasti. Mungkinkah aku harus tetap berdiri disini? Ataukah berjalan pergi untuk kembali mencari?
"Don't waste your time waiting for someone
who doesn't even know that you are waiting for him.
On a second thought,
don't waste your time waiting. full stop!"
Ibarat menerka ayam dalam telur, menghabiskan waktu dengan sia-sia.  Sementara menua adalah hal yang pasti terjadi, lalu apakah harapan ini masih tetap menjadi sebuah kehampaan semata? Aku bukan terobsesi untuk memiliki dirimu, tapi bukankah menggenapkan separuh agama adalah ibadah dan tujuan indah dari sebuah hubungan?

Mungkin ini titik dimana aku merasa lelah menunggu. Jika kamu ingin tahu, menunggu bukanlah suatu hal yang mudah. Sudah banyak perempuan yang terluka karena terlalu lama menunggu, mungkin kini aku adalah salah satu diantaranya. Sudah banyak laki-laki yang kecewa karena terlalu lama membuat keputusan, semoga kamu bukanlah salah satu diantaranya.
'Cause I've been running marathons
While you're still standing still
And I'd be anything for you
But I'll never fit the bill

~Irrelevant`LAUREN AQUILINA~
Hayalan dan harapanku sudah lama sampai disana, disebuah pelaminan. Hari dimana janji suci kita ikrarkan. Harapan itulah yang membawaku dalam semangat kehidupan. Berkali menepis keraguan dan kekecewaan. Namun sepertinya saat ini aku dipuncak kejenuhan. Karena entah mengapa dirimu tidak menunjukan keseimbangan.
S-E-I-M-B-A-N-G. Seimbang artinya sama kuat, sama berat. Berat sebelah hanya akan membuat langkah semakin melambat. Bukan berarti aku tidak tulus dengan apa yang sudah aku lakukan. Tapi sejatinya cinta memang membutuhkan keselarasan. Sementara sikapmu saat ini merupakan salah satu pemicu mengapa kita tidak selaras, tidak seimbang.
begini rumusnya :
`Berjuang tapi sendiri`
`Sendiri tapi memiliki`
"Memiliki yang tidak berjuang = kesendirian yang hakiki"
"B-E-R-J-U-A-N-G". Setahuku cinta adalah pembangkit semangat untuk berjuang lebih. Memperjuangkan tujuan untuk mencapai bahagia bersama orang yang dicintai. Seharusnya cinta adalah alasan mengapa hidup terasa lebih berarti. Pemacu energi positif untuk mewujudkan visi misi. Begitulah cinta sejati, bukan sekedar umbar janji untuk basa basi. Lalu mengapa kita masih terus disini? Berjalan ditempat yang masih saja begini.
Ah, mungkin saja aku bukanlah orang yang tepat untuk kamu perjuangkan. Mungkin saja aku bukan yang bisa memberimu semangat juang. Mungkin arti hadirku ini terlalu lemah, sehingga tak cukup berarti untuk menjadi alasanmu menatap masa depan. Jadi, mungkinkah hanya aku yang terlalu banyak berharap?
"Sudah cukup! Tutuplah kesempatan kepada dia yang membuat dirimu semakin terluka!
Jangan lagi menghabiskan waktumu untuk menunggu seseorang yang belum juga berbuat apa-apa.
Sedangkan diluar sana ada sesorang yang menunggumu membuka kesempatan
Seseorang yang rela melakukan segalanya dan secepatnya membuatmu bahagia."
Sayang, kini aku sepenuhnya sadar bahwa aku bukanlah sebuah pohon, yang tidak dapat berpindah tempat. Aku bisa bergerak pindah untuk mencari tempat yang menawarkan keseimbangan. Tempat dimana aku menjadi sebuah alasan untuk dia yang mau berjuang lebih keras. Kini aku sadar, waktuku terlalu berharga untuk sekedar menunggumu yang tak jua berkepastian.

Lupakan atau Ikhlaskan

Minggu, 18 Desember 2016


Hai sahabat blogger :)

Pernah gak kalian berada dalam situasi Harus Melupakan ?
Jawabannya pasti pernah dong.
Karena semua orang kalau patah hati dituntut untuk bisa wajib kudu Harus Melupakan *ehh

Bicara soal melupakan, tidaklah mudah hal itu untuk dilakukan.
Kita sebagai manusia diciptakan Tuhan dengan otak yg akan selalu mengingat segala hal tentang apapun itu. Jadi seusaha-usahanya kita buat melupakan seseorang, dan semua hal yg berkaitan dengan orang itu tdk akan bisa, karena semua itu otomatis akan disimpan baik oleh otak kita.
Tuhan juga memberi kita hati untuk bisa merasakan apa yang otak pikirkan, otak dan hati akan selalu berjalan seiring dengan apa yg dipikirkan otak dan akan dirasakan oleh hati.

Dan pada dasarnya dari kecil kita diajarkan untuk mengingat suatu hal dan bukan untuk melupakan suatu hal.
Contohnya, saat kita berada dibangku sekolah dasar kita belajar untuk mengingat banyaknya nama huruf abjad mulai dari A sampai Z , mengingat urutan angka , dan masih banyak lagi.

Sekarang, Apa yang kamu pikirkan kalo kamu ditinggalin sm seseorang yang kamu sayang?

Apakah kamu harus melupakan semua kenangan, melupakan wajahnya, melupakan segala sesuatu yang sudah pernah dia kasih ke kamu.
Ya mungkin sebagian besar orang akan berpikir seperti itu dan akan melakukan itu apabila mereka kehilangan orang yang mereka sayangi, terlebih kalo ditinggalin pas lagi cinta cintanya (sering terjadi dikalangan muda-mudi yang dimabuk asmara)
Tau gak sih, kalo Melupakan itu bukanlah cara yang tepat untuk menghapus "DIA" dari pikiran kita
Kenapa? Karena kita gak bisa gitu aja Melupakan atau bahkan Menghapus semua kenangan yang udah kita jalanin sama "DIA". Gimana pun cara kamu buat ngelupain semua itu juga gak akan mungkin bisa

Melupakan adalah cara yang salah! Jika kamu memang ingin hidup kamu terus berjalan, melupakan bukan jalan pintas terbaik buat move on.
Sekarang kamu bisa bilang kamu bakal ngelupain dia dan membuka lembaran baru, sementara penyakitnya adalah kamu masih suka kepo dan stalking sosmednya si dia, masih suka baca message dia yg lama, dan masih menyimpan foto-fotonya. 

Apa itu yg disebut Melupakan? Bukan kan.

Jika kamu siap buat melupakan seseorang yg pernah berarti dihati dan hidup kamu, kamu juga harus siap menghapus segala kenangan tentang dia.
Jangan lagi ada rasa keingin tahuan tentang dia, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dia.
Apa kamu siap ngelakuin itu? Nanti kalo kamu tiba tiba kangen sm dia gimana? Kamu bisa apa buat ngilangin rasa kangen itu? Rasa kangen itu gak bisa dihindarin loh, sekuat apapun kamu nolak, Rasa kangen itu semakin menjadi.

Karena kenangan memang bukan untuk dilupakan, dia hadir untuk selalu diingat.
Gak mungkin dooong kenangan seindah itu dilupakan begitu saja.
Walaupun memang agak menyakitkan tapi setidaknya bisa mengobati rasa rindu sama dia. Iyakan?

Jika Melupakan adalah cara yg salah untuk move on maka itu ada cara lain yang ampuh untuk mengobati hati yg terluka yaitu hanya dgn cara Mengikhlaskan.
Agak munafik sih memang ketika kita coba untuk Mengikhlaskan apa yg sudah terjadi sm kita, lebih lebih mengikhlaskan dia pergi dari hidup kita danmemilih seseorang yg baru.

Pasti gak rela banget kan? apalagi kalo sampe dia punya yang baru, sakitnya banget banget.
Awalnya mungkin sulit, ikhlas itu memang sulit, susah dijalanin kalo gak sungguh-sungguh.

Tapi lambat laun pasti terbiasa untuk ikhlas.

"Karena Mengikhlaskan itu jauh lebih baik daripada melupakan,
Percayalah, Rencana-Nya lebih baik lagi dibalik semua kejadian yg terjadi"


Dibalik Air Mata Wanita

Jumat, 19 Agustus 2016

Sebelum menulis ini, saya mengirim sms kepada beberapa teman wanita yang ada di kontak hp saya, begini “kenapa wanita sering menangis?” Jawaban mereka relatif sama. Ada yang bilang karena sensitif, lemah, sulit menahan, adalagi yang lebih aneh, katanya tangisan wanita itu tanda dari ingin diperhatikan dan dimanja oleh para lelaki.
Dari beberapa balasan yang ada di kotak masuk. Bisa ditarik kesimpulan bahwa mereka belum menyadari, bahwa di balik air matanya, akan adanya daya dan kekuatan besar yang diberikan oleh Tuhan kepada wanita.

Tentu sudah tidak asing lagi dengan perumpamaan hadits Nabi yang berbunyi “Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok”. Kenapa Tuhan memilih bagian tulang rusuk, bukan bagian yang lain? Hati misalnya, kepala, atau tulang betis, dsb.
Tulang rusuk merupakan tulang pelindung dari hati, paru-paru, jantung, usus, limpa, ginjal, dan segala organ metabolisme yang ada dalam tubuh.

Bayangkan bila tidak ada tulang rusuk, maka struktur organ metabolisme kita akan mudah terluka dan nyaris rentan akan bahaya. Demikian perumpamaan posisi wanita bagi lelaki, jadi wanita secara primordial sudah mempunyai bekal untuk mendampingi sekaligus memberi motivasi lelaki, yang cenderung tidak sabaran, mudah naik darah, mudah putus asa, dan mudah mengeluh. Karenanya ada pepatah yang mengatakan “Di sisi lelaki yang tangguh pasti ada wanita yang lebih tangguh”. Coba perhatikan film-film superhero, pasti ada wanita di sisinya yang selalu menyemangatinya, tidak hanya itu lihat Soekarno, Gus Dur, Chairil Anwar, WS Rendra, Iwan Fals, dan beberapa tokoh besar lainnya.

Kembali kepada pokok bahasan, kenapa wanita itu lebih sering menangis?. Dari beberapa sumber, juga diskusi yang kugelar dengan teman-teman yang konsen dalam studi wanita di kampus, hasilnya sangat luar biasa, meski belum memuaskan untuk orang-orang tertentu. Uraian di atas mungkin sangat tendensius, dan memertanyakan di mana posisi lelaki sebenarnya. Sebaiknya pembahasan itu kita selesaikan diskusi saja. Yang jelas masing-masing mempunyai peran sendiri, tidak bisa dicampur adukkan peran satu dengan yang lain, namun bisa digantikan.

Tuhan menciptakan wanita dengan penuh keagungan dan kemulyaan. Setiap kodrat kewanitaannya, tingkah lakunya, dan bahkan “kelemahannya” menyimpan kekuatan agung. Syahdan, ada seorang anak kecil yang bertanya kepada ibunya “Ibu, kenapa ibu menagis?” sang ibu menjawab “karena aku adalah seorang wanita, Anakku?”. Anak kecil itu diam saja, karena memang belum sampai nalarnya. Tak lama kemudian sang ibu berkata “Kamu tidak akan pernah mengerti”. Lama kemudian anak itu menjadi tumbuh remaja dan dewasa, dan masih menyimpan pertanyaan, kenapa wanita menangis?

Saat sang anak beranjak belia, remaja, dan dewasa. Suatu malam ia bermimpi bertemu dengan Tuhannya, dan sang anak yang sudah dewasa itu bertanya “Kenapa wanita itu sering menangis?” Tuhan menjawab “Karena air mata wanita itu adalah sumber kehidupan, Aku ciptakan wanita dari tulang rusuk lelaki, agar ia bisa menjadi pelindung saat suaminya merasa lemah, putus asa, dan rendah diri.
Bukankah tulang rusuk itu akan melindungi hati, jantung, paru-paru agar takoyak?. Di bahunya Aku membuatnya manusia paling kuat bagi seorok bayi yang mudah terlelap di pangkuannya. Aku buat dadanya mengalirkan air kehidupan, Aku buat senyumnya menjadi obat lelah bagi suaminya, Aku beri ia kesabaran untuk menjadi pendamping saat suaminya dalam kondisi sulit, Aku beri ia kemampuan untuk menjadi pertimbangan bagi suaminya, Aku jadikan ia dewasa saat suaminya muncul sifat kekanak-kanakannya. Dan Aku memberikan sesuatu yang tidak Aku berikan kepada makhluk lain, yaitu air mata. Aku jadikan air mata bagi wanita sebagai pengungkapan jiwanya, karena wanita sulit mengungkapkan perasaannya, dan karenanya aku berikan ia air mata sebagai jurus terakhirnya untuk mengungkapkan perasaannya.

Lalu dengan air mata itu, ia akan menjadi manusia yang tegar, karenanya ia bisa mengungkapkan perasaannya, seperti bahunya dan keagungannya tingkah lakunya.”

Banyak orang yang bilang kalau air mata adalah sebuah “kelemahan” wanita. Namun di balik “kelemahan itu” tersimpan sumber kehidupan yang terkadang tidak disadari dan dimengerti oleh makhluk yang bernama laki-laki.

Biarkan Aku Sakit Karena Mencintaimu

Jumat, 06 November 2015

MATAHARI APAKAH ENGKAU MAMPU MENGHANGATKAN DI SETIAP DINGIN HATINYA?

Jika cinta tak harus dibalas dengan cinta, lalu apa arti dari semua kesakitan ini? arti dari kepedihan yang semakin tak bisa ku sembunyikan ini.
Saat diam-diam aku mulai menangis, tetesan air mata yang mengalir di pipiku setiap malam itu semakin meyakinkan bahwa kamu memang tak pernah mencintai aku.
Bukan hanya diam-diam menangis, tapi aku jg diam-diam kesal, diam-diam marah dan diam-diam aku merasa bahwa diriku ini merasa lelah.

Terlalu banyak kata diam dalam mencintai ini. Namun yaaaaaaah, mungkin semuanya memang lebih jelas jika dengan DIAM.
Karena tanpa kamu bicara, tanpa kamu utarakan aku sungguh sudah mengerti kalau kamu tidak ingin tahu apapun itu tentang bagaimana kita kedepannya.
Yang kamu tahu adalah bagaimana kamu pada akhirnya mulai menjaga jarak agar aku tidak terlalu banyak berharap.
Sungguh cara yang sangat bijak dan cukup membuat aku kesakitan (sendirian).

Pada akhirnya, aku harus rela membiarkan hatiku terluka hanya karena aku mencintaimu.
Terrlalu NAIF ya, bagaimana lagi? terkadang cinta membuat semua hal begitu sulit setidaknya pada cerita ku.

Air Mata Untukmu

Rabu, 02 September 2015

Terkadang air mata menjadi lebih spesial dari pada senyuman
Senyuman dapat kita beri pada siapa pun
Tetapi air mata hanya diberikan buat orang yang kita sayang.

Maka hargailah orang yang rela meneteskan air mata untuk mu dari pada hanya memberikan sebuah senyuman yang terkadang palsu.

Cinta yang indah datang bukan karena ketampanan, kecantikan, dan kekayaan seseorang
Cinta yang indah datang karena kepribadian yang mulia, kejujuran, dan ketulusan yang ada di dalam hati kita.

Bila cinta pergi jangan kau tangisi
Bila cinta datang jangan kau senangi
Sebab itu hanya bikin hati tersakiti

Jika kau mencintai seseorang,
cintailah dengan sepenuh hatimu
Dan jangan biarkan ia menangis terluka karena setetes air matanya yang jatuh adalah kebahagiaan yang kau lukai.

 
FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS