Kalau Bukan Jodoh, Cukup Senyumin Aja. Filosofi Sederhana Tentang Rumitnya Kehidupan Cinta

Rabu, 12 April 2017

Berbicara soal jodoh, apa yang ada di pikiranmu?
Kamu mungkin pernah mengalami perasaan baik di tinggalkan maupun meninggalkan pasangan kamu, keduanya sama-sama menyakitkan. Mungkin banyak orang berfikir, perasaan ditinggalkan lebih sakit dibandingkan jika kamu yang meninggalkan. Well, kalian salah besar. Begini contohnya nih, jika kamu saat ini memiliki pasangan yang berbeda suku ataupun agama (karena kedua hal ini yang selalu bermasalah).
Lalu kamu "dipaksa" untuk berpisah oleh keluarga kamu. Pasti disitu ada dua peran, bukan? Yang satu harus berperan menjadi yang meninggalkan, sedangkan yang satunya lagi berperan menjadi yang ditinggalkan. Dan kondisinya saat itu kamu dan dia masih memiliki perasaan sayang ataupun cinta terhadap satu sama lain. Coba kamu telaah dengan baik, apakah perasaan tersakiti tidak ada di keduanya? atau hanya salah satu saja yang merasa tersakiti? That's the point!
Kamu tidak bisa mengklaim bahwa kamu sebagai pihak yang ditinggalkan merasakan sakit yang teramat dalam dibandingkan dengan dia yang meninggalkan kamu.
Apakah kamu lupa, selama kalian bersama banyak kegiatan yang dilakukan berdua. Bahkan mungkin kalian sudah memiliki pandangan ke depan tentang hubungan kalian nantinya. Kamu tidak bisa mengesampingkan mimpi yang pernah kalian rencanakan dulu. Dan dia yang meninggalkan juga tidak mungkin melupakan seluruh waktu yang pernah dia berikan untuk kamu. Apalagi mimpi yang pernah di rangkai berdua dengan kamu.

Namun, mungkin Tuhan memiliki rencana yang lain. Rencana yang hanya bisa berjalan jika kalian berdua berpisah. Dan jika kalian berdua dipaksakan bersatu, maka hasilnya tidak akan baik. Percayalah, itu artinya Tuhan telah memberikan kalian kesempatan untuk menemukan yang lebih baik untuk kebahagiaan kalian masing-masing.
Berjalan menjauh sebelum terlambat tidak ada salahnya, jika memang untuk kebaikan keduanya. 
Setiap pasangan pasti memiliki tujuan yang sama, yaitu sebuah pernikahan. Pernikahan itu suci. Akan lebih baik jika kamu mengalaminya sekali seumur hidup. Kamu tidak mau kan, jika nantinya kalian bersatu dalam sebuah ikatan dengan Tuhan sebagai saksinya harus kandas di tengah jalan? Karna itu artinya, kamu harus siap menanggung dosa dan malu yang teramat sangat.
Putus dari pasangan yang belum menjadi suami/istri sah kamu saja sudah pasti malu dengan seluruh keluarga dan teman-teman kamu. Apalagi pisah dengan pasangan sah kamu? "Nggak kebayang deh!" Maka dari itu, berjalan menjauh ketika merasakan bahwa semuanya tidak sama lagi, tidak membuat kamu menjadi orang jahat. Kamu justru menjadi orang jahat kalau kamu memaksakan sebuah hubungan yang tidak sehat, yang justrunya nanti malah membuat kamu atau pasangan kamu melakukan sesuatu yang menyakitkan.
Seperti kata para tetua "Jodoh nggak akan lari kemana." Kalau memang dia bukan jodoh yang selama ini kamu nantikan, mungkin Tuhan sudah menyiapkan orang lain yang akan menjadi jodohmu kelak. Dan biarkan orang lain mau berkata apa tentang kamu, toh yang menjalaninya kamu bukan mereka. Jika mereka bertanya kenapa kalian putus, cukup katakan,

"Mungkin dia bukan jodohku."
lalu berikan senyuman terbaik kamu .

Janganlah Terlalu Lama Buat Aku Menunggu, Hatiku Ini Bukan Pohon yang Tak Bisa Berpindah!

Selasa, 11 April 2017






"Jika dia membuat seorang wanita menua dalam penantian yang panjang dan tidak pasti, apakah itu bentuk cinta? Jangan menunggu laki-laki yang tidak menghormati umur wanita, yang membiarkannya menua tanpa kejelasan."
— Mario Teguh
Kalimat Om Mario membantuku tersadar dari penantian panjang yang tak berbuah. Telah aku ikhlaskan hatiku untuk kau miliki. Mempercayaimu atas dasar cinta. Menghabiskan waktu untuk tertawa dan mengukir cerita. Namun kini aku mengerti itu semua tidak cukup syarat untuk memperoleh level hubungan yang sakinah mawaddah wa rahmah.
Waktu demi waktu terus pergi, bulan demi bulan silih berganti. Setelah ku hitung, sudah sebanyak 3 kali aku telah mengganti kalender yang mungkin bisa menjadi saksi. 3 kalender berisi 1095 hari telah aku lewati untuk menanti hal yang tak kunjung pasti. Mungkinkah aku harus tetap berdiri disini? Ataukah berjalan pergi untuk kembali mencari?
"Don't waste your time waiting for someone
who doesn't even know that you are waiting for him.
On a second thought,
don't waste your time waiting. full stop!"
Ibarat menerka ayam dalam telur, menghabiskan waktu dengan sia-sia.  Sementara menua adalah hal yang pasti terjadi, lalu apakah harapan ini masih tetap menjadi sebuah kehampaan semata? Aku bukan terobsesi untuk memiliki dirimu, tapi bukankah menggenapkan separuh agama adalah ibadah dan tujuan indah dari sebuah hubungan?

Mungkin ini titik dimana aku merasa lelah menunggu. Jika kamu ingin tahu, menunggu bukanlah suatu hal yang mudah. Sudah banyak perempuan yang terluka karena terlalu lama menunggu, mungkin kini aku adalah salah satu diantaranya. Sudah banyak laki-laki yang kecewa karena terlalu lama membuat keputusan, semoga kamu bukanlah salah satu diantaranya.
'Cause I've been running marathons
While you're still standing still
And I'd be anything for you
But I'll never fit the bill

~Irrelevant`LAUREN AQUILINA~
Hayalan dan harapanku sudah lama sampai disana, disebuah pelaminan. Hari dimana janji suci kita ikrarkan. Harapan itulah yang membawaku dalam semangat kehidupan. Berkali menepis keraguan dan kekecewaan. Namun sepertinya saat ini aku dipuncak kejenuhan. Karena entah mengapa dirimu tidak menunjukan keseimbangan.
S-E-I-M-B-A-N-G. Seimbang artinya sama kuat, sama berat. Berat sebelah hanya akan membuat langkah semakin melambat. Bukan berarti aku tidak tulus dengan apa yang sudah aku lakukan. Tapi sejatinya cinta memang membutuhkan keselarasan. Sementara sikapmu saat ini merupakan salah satu pemicu mengapa kita tidak selaras, tidak seimbang.
begini rumusnya :
`Berjuang tapi sendiri`
`Sendiri tapi memiliki`
"Memiliki yang tidak berjuang = kesendirian yang hakiki"
"B-E-R-J-U-A-N-G". Setahuku cinta adalah pembangkit semangat untuk berjuang lebih. Memperjuangkan tujuan untuk mencapai bahagia bersama orang yang dicintai. Seharusnya cinta adalah alasan mengapa hidup terasa lebih berarti. Pemacu energi positif untuk mewujudkan visi misi. Begitulah cinta sejati, bukan sekedar umbar janji untuk basa basi. Lalu mengapa kita masih terus disini? Berjalan ditempat yang masih saja begini.
Ah, mungkin saja aku bukanlah orang yang tepat untuk kamu perjuangkan. Mungkin saja aku bukan yang bisa memberimu semangat juang. Mungkin arti hadirku ini terlalu lemah, sehingga tak cukup berarti untuk menjadi alasanmu menatap masa depan. Jadi, mungkinkah hanya aku yang terlalu banyak berharap?
"Sudah cukup! Tutuplah kesempatan kepada dia yang membuat dirimu semakin terluka!
Jangan lagi menghabiskan waktumu untuk menunggu seseorang yang belum juga berbuat apa-apa.
Sedangkan diluar sana ada sesorang yang menunggumu membuka kesempatan
Seseorang yang rela melakukan segalanya dan secepatnya membuatmu bahagia."
Sayang, kini aku sepenuhnya sadar bahwa aku bukanlah sebuah pohon, yang tidak dapat berpindah tempat. Aku bisa bergerak pindah untuk mencari tempat yang menawarkan keseimbangan. Tempat dimana aku menjadi sebuah alasan untuk dia yang mau berjuang lebih keras. Kini aku sadar, waktuku terlalu berharga untuk sekedar menunggumu yang tak jua berkepastian.
 
FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS