Lupakan atau Ikhlaskan

Minggu, 18 Desember 2016


Hai sahabat blogger :)

Pernah gak kalian berada dalam situasi Harus Melupakan ?
Jawabannya pasti pernah dong.
Karena semua orang kalau patah hati dituntut untuk bisa wajib kudu Harus Melupakan *ehh

Bicara soal melupakan, tidaklah mudah hal itu untuk dilakukan.
Kita sebagai manusia diciptakan Tuhan dengan otak yg akan selalu mengingat segala hal tentang apapun itu. Jadi seusaha-usahanya kita buat melupakan seseorang, dan semua hal yg berkaitan dengan orang itu tdk akan bisa, karena semua itu otomatis akan disimpan baik oleh otak kita.
Tuhan juga memberi kita hati untuk bisa merasakan apa yang otak pikirkan, otak dan hati akan selalu berjalan seiring dengan apa yg dipikirkan otak dan akan dirasakan oleh hati.

Dan pada dasarnya dari kecil kita diajarkan untuk mengingat suatu hal dan bukan untuk melupakan suatu hal.
Contohnya, saat kita berada dibangku sekolah dasar kita belajar untuk mengingat banyaknya nama huruf abjad mulai dari A sampai Z , mengingat urutan angka , dan masih banyak lagi.

Sekarang, Apa yang kamu pikirkan kalo kamu ditinggalin sm seseorang yang kamu sayang?

Apakah kamu harus melupakan semua kenangan, melupakan wajahnya, melupakan segala sesuatu yang sudah pernah dia kasih ke kamu.
Ya mungkin sebagian besar orang akan berpikir seperti itu dan akan melakukan itu apabila mereka kehilangan orang yang mereka sayangi, terlebih kalo ditinggalin pas lagi cinta cintanya (sering terjadi dikalangan muda-mudi yang dimabuk asmara)
Tau gak sih, kalo Melupakan itu bukanlah cara yang tepat untuk menghapus "DIA" dari pikiran kita
Kenapa? Karena kita gak bisa gitu aja Melupakan atau bahkan Menghapus semua kenangan yang udah kita jalanin sama "DIA". Gimana pun cara kamu buat ngelupain semua itu juga gak akan mungkin bisa

Melupakan adalah cara yang salah! Jika kamu memang ingin hidup kamu terus berjalan, melupakan bukan jalan pintas terbaik buat move on.
Sekarang kamu bisa bilang kamu bakal ngelupain dia dan membuka lembaran baru, sementara penyakitnya adalah kamu masih suka kepo dan stalking sosmednya si dia, masih suka baca message dia yg lama, dan masih menyimpan foto-fotonya. 

Apa itu yg disebut Melupakan? Bukan kan.

Jika kamu siap buat melupakan seseorang yg pernah berarti dihati dan hidup kamu, kamu juga harus siap menghapus segala kenangan tentang dia.
Jangan lagi ada rasa keingin tahuan tentang dia, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dia.
Apa kamu siap ngelakuin itu? Nanti kalo kamu tiba tiba kangen sm dia gimana? Kamu bisa apa buat ngilangin rasa kangen itu? Rasa kangen itu gak bisa dihindarin loh, sekuat apapun kamu nolak, Rasa kangen itu semakin menjadi.

Karena kenangan memang bukan untuk dilupakan, dia hadir untuk selalu diingat.
Gak mungkin dooong kenangan seindah itu dilupakan begitu saja.
Walaupun memang agak menyakitkan tapi setidaknya bisa mengobati rasa rindu sama dia. Iyakan?

Jika Melupakan adalah cara yg salah untuk move on maka itu ada cara lain yang ampuh untuk mengobati hati yg terluka yaitu hanya dgn cara Mengikhlaskan.
Agak munafik sih memang ketika kita coba untuk Mengikhlaskan apa yg sudah terjadi sm kita, lebih lebih mengikhlaskan dia pergi dari hidup kita danmemilih seseorang yg baru.

Pasti gak rela banget kan? apalagi kalo sampe dia punya yang baru, sakitnya banget banget.
Awalnya mungkin sulit, ikhlas itu memang sulit, susah dijalanin kalo gak sungguh-sungguh.

Tapi lambat laun pasti terbiasa untuk ikhlas.

"Karena Mengikhlaskan itu jauh lebih baik daripada melupakan,
Percayalah, Rencana-Nya lebih baik lagi dibalik semua kejadian yg terjadi"


Dibalik Air Mata Wanita

Jumat, 19 Agustus 2016

Sebelum menulis ini, saya mengirim sms kepada beberapa teman wanita yang ada di kontak hp saya, begini “kenapa wanita sering menangis?” Jawaban mereka relatif sama. Ada yang bilang karena sensitif, lemah, sulit menahan, adalagi yang lebih aneh, katanya tangisan wanita itu tanda dari ingin diperhatikan dan dimanja oleh para lelaki.
Dari beberapa balasan yang ada di kotak masuk. Bisa ditarik kesimpulan bahwa mereka belum menyadari, bahwa di balik air matanya, akan adanya daya dan kekuatan besar yang diberikan oleh Tuhan kepada wanita.

Tentu sudah tidak asing lagi dengan perumpamaan hadits Nabi yang berbunyi “Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok”. Kenapa Tuhan memilih bagian tulang rusuk, bukan bagian yang lain? Hati misalnya, kepala, atau tulang betis, dsb.
Tulang rusuk merupakan tulang pelindung dari hati, paru-paru, jantung, usus, limpa, ginjal, dan segala organ metabolisme yang ada dalam tubuh.

Bayangkan bila tidak ada tulang rusuk, maka struktur organ metabolisme kita akan mudah terluka dan nyaris rentan akan bahaya. Demikian perumpamaan posisi wanita bagi lelaki, jadi wanita secara primordial sudah mempunyai bekal untuk mendampingi sekaligus memberi motivasi lelaki, yang cenderung tidak sabaran, mudah naik darah, mudah putus asa, dan mudah mengeluh. Karenanya ada pepatah yang mengatakan “Di sisi lelaki yang tangguh pasti ada wanita yang lebih tangguh”. Coba perhatikan film-film superhero, pasti ada wanita di sisinya yang selalu menyemangatinya, tidak hanya itu lihat Soekarno, Gus Dur, Chairil Anwar, WS Rendra, Iwan Fals, dan beberapa tokoh besar lainnya.

Kembali kepada pokok bahasan, kenapa wanita itu lebih sering menangis?. Dari beberapa sumber, juga diskusi yang kugelar dengan teman-teman yang konsen dalam studi wanita di kampus, hasilnya sangat luar biasa, meski belum memuaskan untuk orang-orang tertentu. Uraian di atas mungkin sangat tendensius, dan memertanyakan di mana posisi lelaki sebenarnya. Sebaiknya pembahasan itu kita selesaikan diskusi saja. Yang jelas masing-masing mempunyai peran sendiri, tidak bisa dicampur adukkan peran satu dengan yang lain, namun bisa digantikan.

Tuhan menciptakan wanita dengan penuh keagungan dan kemulyaan. Setiap kodrat kewanitaannya, tingkah lakunya, dan bahkan “kelemahannya” menyimpan kekuatan agung. Syahdan, ada seorang anak kecil yang bertanya kepada ibunya “Ibu, kenapa ibu menagis?” sang ibu menjawab “karena aku adalah seorang wanita, Anakku?”. Anak kecil itu diam saja, karena memang belum sampai nalarnya. Tak lama kemudian sang ibu berkata “Kamu tidak akan pernah mengerti”. Lama kemudian anak itu menjadi tumbuh remaja dan dewasa, dan masih menyimpan pertanyaan, kenapa wanita menangis?

Saat sang anak beranjak belia, remaja, dan dewasa. Suatu malam ia bermimpi bertemu dengan Tuhannya, dan sang anak yang sudah dewasa itu bertanya “Kenapa wanita itu sering menangis?” Tuhan menjawab “Karena air mata wanita itu adalah sumber kehidupan, Aku ciptakan wanita dari tulang rusuk lelaki, agar ia bisa menjadi pelindung saat suaminya merasa lemah, putus asa, dan rendah diri.
Bukankah tulang rusuk itu akan melindungi hati, jantung, paru-paru agar takoyak?. Di bahunya Aku membuatnya manusia paling kuat bagi seorok bayi yang mudah terlelap di pangkuannya. Aku buat dadanya mengalirkan air kehidupan, Aku buat senyumnya menjadi obat lelah bagi suaminya, Aku beri ia kesabaran untuk menjadi pendamping saat suaminya dalam kondisi sulit, Aku beri ia kemampuan untuk menjadi pertimbangan bagi suaminya, Aku jadikan ia dewasa saat suaminya muncul sifat kekanak-kanakannya. Dan Aku memberikan sesuatu yang tidak Aku berikan kepada makhluk lain, yaitu air mata. Aku jadikan air mata bagi wanita sebagai pengungkapan jiwanya, karena wanita sulit mengungkapkan perasaannya, dan karenanya aku berikan ia air mata sebagai jurus terakhirnya untuk mengungkapkan perasaannya.

Lalu dengan air mata itu, ia akan menjadi manusia yang tegar, karenanya ia bisa mengungkapkan perasaannya, seperti bahunya dan keagungannya tingkah lakunya.”

Banyak orang yang bilang kalau air mata adalah sebuah “kelemahan” wanita. Namun di balik “kelemahan itu” tersimpan sumber kehidupan yang terkadang tidak disadari dan dimengerti oleh makhluk yang bernama laki-laki.

 
FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS